Fungsi dan kinerja piranti komputer terapan
1. IP Address
ipconfig merupakan tools untuk menampilkan setting jaringan yang digunakan oleh sebuah komputer.
Administrator atau pengguna sebelum menggunakan tools lainnya, sebaiknya
memeriksa hasil tools ini terlebih dahulu, memastikan bahwa konfigurasi
yang di entri (secara manual) atau yang didapatkan dari server DHCP
sudah valid.
Pada Linux terdapat aplikasi Network Tools yang merupakan gabungan
beberapa utilitas network, yaitu ping, netstat, traceroute, port scan,
lookup, finger, dan whois. Pada gambar 2.2 dapat dilihat Network device.
Ketika sebuah network device dipilih maka informasi IP address,
netmask, broadcast, MAC address, dan statistik device tersebut akan
ditampilkan. Kita juga dapat melakukan konfigurasi network device dengan
memilih tombol Configure. Informasi yang ditampilkan pada jendela
Devices ini merupakan versi penyederhanaan dari output perintah
ifconfig.
Setelah proses instalasi dan konfigurasi sistem jaringan (baik hardware
maupun software) selesai, maka perlu dilakukan test/uji. Hal ini
dimaksudkan untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel
sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan dengan
benar. Untuk mengetest TCP/IP, salah satu caranya dapat dilakukan
dengan instruksi ipconfig yang dijalankan lewat Command Prompt (CMD).
Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP
yang terpasang pada Komputer kita. dari gambar diatas kita dapat melihat
beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah IPConfig
pada jendela command prompt di komputer kita, misalnya adalah kita bisa
melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical Address dan
sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan
baik apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. Ipconfig
menampilkan informasi berdasarkan Network Card yang terpasang. IP
address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan
peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri
atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok
angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.1.1.
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana
network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID
menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP
address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan
dimana host itu berada. Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada
kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam lima kelas tetapi yang banyak
digunakan adalah kelas A, B, C.
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan.
Karena dalam sistem jaringan yang dituju adalah IP Address sehingga jika
terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan
alamat yang sama. IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A,
Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas
tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh
sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak.
Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas
D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua
field, yaitu: Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana
komputer dihubungkan Field HostId; alamat device logical secara khusus
digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
a. Kelas A Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan
pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.777.214 host.
Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang
tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId. Karakteristik Kelas
A: Bit pertama : 0 panjang NetlD : 8 bit Panjang HostlD : 24 bit Byte
pertama : 0-127 Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan) Range IP :
1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 IP
Address pada tiap kelas A IP address kelas A diberikan untuk jaringan
dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx.–
126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap
kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama,
sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca
IP address kelas A, misalnya 123.44.5.6 ialah: Network ID = 123 Host ID
= 44.5.6 IP address di atas berarti host nomor 44.5.6 pada network
nomor 123.
b. Kelas B
Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masingmasing
dapat mendukung 65.532 host. Karakteristik Kelas B: 2 Bit pertama : 10
panjang NetlD : 16 bit Panjang HostlD : 16 bit Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 kelas B Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan
191.155.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B IP
address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang
dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama,
sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca
IP address kelas B, misalnya 133.99.131.22 : Network ID = 133.99 Host
ID = 131.22 IP address di atas berarti host nomor 131.22 pada network
nomor 133.99. Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address
kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx –
191.155.xxx.xxx.
c. Kelas C
Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B
masingmasing dapat mendukung 256 host. IP Addrress Kelas C sering
digunakan untuk jaringan berskala kecil. Karakteristik Kelas C: 3 Bit
pertama : 110 Panjang NetlD : 24 bit Panjang HostlD : 8 bit Byte pertama
: 192-223 Jumlah : 256 kelas B Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan
223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C IP address kelas C awalnya
digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit
terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP
192.0.0.xxx – 223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya
ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu
jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan
yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama
suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi
IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :
a) Root-level domain:
merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagain tanda titik (.).
b) Top level domain: kode
kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh
perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai
oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama
oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk
Indonesia atau .au untuk australia.
c) Second level domain:
merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya:
microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain. IP address dan subnet mask
dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration
Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP
address.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar